Beranda > Kematian, Kiamat, dan Akhirat > Kiamat dan Nama-namanya

Kiamat dan Nama-namanya

Nama-nama Hari Kiamat

Allah menamai hari saat terjadinya kehancuran alam yang disusul dengan kebangkitan untuk menerima balasan dan hisab itu dengan banyak nama. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan di dalam Kitab Fathul Baari bahwa al-Ghazali dan al-Qurthubi telah berusaha mencatat nama-nama hari Kiamat dan menghitungnya sampai dengan lima puluh nama. Bahkan al-Qurthubi menyebutkan nama-nama ini disertai dengan tafsirannya.

  • Yaumul qiyaamah (Hari Kiamat). Dalil: QS. 4:87 / 17:97 / 42:45
  • Yaumul aakhiir (Hari Akhir). Dalil: QS. 2:177 / 2:232 / 9:18. Terkadang juga disebut “akhirat” (2:130 / 4:74) atau “negeri akhirat” (28:83 / 29:64).
  • As-Saa’ah (Sesuatu yang dekat). Dalil: QS. 15:85 / 20:15 / 22:1
  • Yaumul ba’ts (Hari Kebangkitan). Dalil: QS. 22:5 / 30:56
  • Yaumul khuruuj (Hari Keluar). Dalil: QS. 50:42 / 70:43 / 30:25
  • Al-Qaari’ah (Bencana yang Memukul). Dalil: QS. 101: 1-3, 69:4
  • Yaumul fashl (Hari Keputusan). Dalil: QS. 37:21 / 77:38 / 78:17 / 32:25
  • Yaumud diin (Hari Pembalasan). Dalil: QS. 82:14-19 / 37:20
  • Ash-Shaakhkhah (Suara yang Menggelegar). Dalil: QS. 80:33
  • Ath-Thaammatul kubraa (Malapetaka yang Amat Besar). Dalil: QS. 79:34
  • Yaumul hasarah (Hari Penyesalan). Dalil: QS. 19:39 / 6:31
  • Al-Ghaasyiyah (Bencana yang Melanda). Dalil: QS. 88:1
  • Yaumul khuluud (Hari Keabadian). Dalil: QS. 50:34
  • Yaumul hisaab (Hari Penghisaban). Dalil: QS. 38:26 / 40:27
  • Al-Waaqi’ah (Kejadian Besar). Dalil: QS. 56:1
  • Al-Haaqqah (Yang Pasti Terjadi). Dalil: QS. 69:1-2
  • Yaumul wa’iid (Hari Pengancaman). Dalil: QS. 50:20
  • Yaumul aazifah (Hari yang Dekat). Dalil: QS. 40:18 / 53:57-58
  • Yaumul jam’i (Hari Pengumpulan). Dalil: QS. 42:7 / 11:103
  • Yaumut talaaq (Hari Pertemuan). Dalil: QS. 40:15
  • Yaumut tanaad (Hari Pemanggilan). Dalil: QS. 40:32
  • Yaumuth thaghaabun (Hari Pengambilan). Dalil: QS. 64:9

Nama-nama Lain

Yaumush shadr (hari keluar/99:6), yaumul jidaal (hari perdebatan/16:111), yaumun ‘asiir (hari yang sulit), yaumun ‘azhiim (hari yang agung), yaumun masyhuud (hari yang disaksikan), yaumun ‘abuusa qamthariira (hari yang suram dan
genting), yaumun ‘aqiim (hari kesia-siaan), yaumul ma-aab (hari kembali), yaumul ‘ardh (hari pembeberan), yaumul khaafidhatur raafi’ah (hari orang hina dan orang mulia), yaumul qishaash (hari penghukuman), yaumul jazaa’ (hari pembalasan), yaumun nafakhah (hari peniupan sangkakala), yaumul zalzalah (hari kegoncangan), yaumur
raajifah
(hari gempa), yaumun naaquur (hari sangkakala), yaumut tafarruq (hari perpisahan), yaumush shad’i (hari pembalasan), yaumul bu’tsarah (hari pembongkaran kuburan), yaumun nadaamah (hari penyesalan), yaumul firaaar (hari berlarian), yauma tublas saraa-ir (hari dibukanya rahasia-rahasia), yauma laa tamliku nafsun li nafsin syai-a
(hari seseorang tidak berdaya sama sekali untuk menolong orang lain), yauma yuda’uuna ilaa naari jahannaama da’aa (hari orang-orang digiring ke dalam neraka jahannam), yauma tasykhashu fiihil abshaar (hari di mana pandangan mata akan terpana), yauma laa yanfa’uzh zhaalimiina ma’dziratuhum (hari yang tidak berguna lagi permohonan maaf orang-orang yang zhalim), yauma
laa yanthiquun
(hari orang-orang tidak dapat berbicara), yauma laa yanfa’u maalu wa laa banuun (hari tidak bergunanya lagi harta dan anak-anak), yauma laa yaktumuunallaah hadiitsaa (hari yang tidak dapat menyembunyikan sesuatu di hadapan Allah), yauma laa maraddalahu minallaahi (hari yang kedatangannya dari Allah tidak dapat ditolak), yauma laa bay’un fiihi
walaa khilaal
(hari yang tidak ada lagi jual-bel dan pertolongan para shahabat), dan yauma laa rayba fiihi (hari yang tidak ada keraguan di dalamnya).

Al-Qurthubi di dalam Kitab at-Tadzkirah mengatakan bahwa menamainya dengan nama-nama selain yang telah disebutkan dengan mempertimbangkan keadaan-keadaan pada hari itu tidaklah dilarang, seperti al-izdihaam (penuh sesak), at-tadhaayuq (sempit), ikhtilaaful aqdaam (perbedaan nasib), al-khizii (ketercelaan), al-hawaan (kehinaan), adz-dzull (kenistaan), al-iftiqaar (kefakiran), ash-shigaar (kerendahan), al-inkisar (keterpecahan), yaumul miiqaat (hari yang telah ditentukan waktunya), al-mirshaad (serangan yang tiba-tiba), dll.

Rahasia di Balik Banyaknya Nama

Al-Qurthubi juga mengatakan pula bahwa segala sesuatu yang besar dan penting kedudukannya akan memiliki sifat yang beragam dan nama yang banyak. Ini adalah hal yang umum di dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, sebagai peristiwa yang besar dan banyak kejadian mengerikan di dalamnya, Allah SWT menamakan kiamat di dalam Kitab-Nya dengan banyak nama dan sifat.

Referensi: Prof. Dr. Umar Sulaiman Asyqar, Ensiklopedia Kiamat, Penerbit Serambi, Jakarta : 2005

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: