Beranda > Al-Qur'an > Al-Qur’an yang Mengguncangkan!

Al-Qur’an yang Mengguncangkan!

Yaa Rabbi … inna qaumit takhadzuu hadzal qur’aana mahjuuraa … (QS Furqaan [25]:30)
“Ya Tuhanku, sungguh para pengikutku banyak menjadikan al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang dilecehkan.”

Ini adalah kalimat jujur sebagai ungkapan kesedihan Nabi SAW melihat kondisi ummatnya yang mengganggap al-Qur’an sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat bagi mereka. Mereka tidak memfungsikan al-Qur’an sebagaimana mestinya, bahkan mempermainkan apa yang ada di dalamnya. Menyepelekan dan lebih membanggakan sesuatu yang ada disekitarnya selain dari al-Qur’an. Bagaimana tidak? Apalagi dengan kondisi ummat saat ini, banyak sekali orang memfungsikan al-Qur’an tidak sesuai dengan tempatnya. Ia dibaca jika ada orang yang meninggal. Ia direnungi jika tertimpa musibah. Ia diamalkan jika membawa keuntungan. Bahkan ada yang menggunakannya sebagai jimat yang justru menjerumuskannya kepada kebatilan dan kemusyrikan. Naa’udzu billaahi min dzaalik

Padahal al-Qur’an adalah mukjizat. Mukjizat terbesar yang Allah pernah turunkan sepanjang masa, yang kehebatannya lebih dahsyat dari mukjizat para Nabi dan Rasul sebelumnya. Sebuah Kitab yang mampu memecahkan dan meluluhlantakkan gunung-gunung sekalipun. Lau anzalna haadzal qur’aana ‘alaa jabalin, lara-aytahuu khasyian, mutashaddi’an, min khasy-yatillaah (QS al Hasyr [59]:21). Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah itu adalah Al Quran). (QS. ar-Ra’d [13]:31)


Seandainya seluruh Nabi dan Rasul diturunkan pada saat ini, dan pada hari ini juga mereka menunjukkan kemukjizatan yang Allah berikan kepada mereka untuk dipertontonkan kepada manusia, dan pada saat yang bersamaan Rasulullah SAW yang berada di dekat Anda membawa mukjizat terbesarnya; Al-Qur’aanul ‘Azhiim, kira-kira apakah Anda akan menyaksikan keistimewaan mukjizat para Nabi dan Rasul yang lain ataukah akan bersama Rasulullah?


Al-Qur’an tampak kemujizatannya bila kita mengikuti apa yang dikehendaki Al-Qur’an. Kemukjizatan Al-Qur’an itu bukan terletak pada sesuatu yang bersifat material yang dapat disaksikan secara visual, tapi pada sesuatu yang ada didalamnya … Mukjizat itu berupa pesan-pesan yang ingin disampaikannya, inspirasi yang lahir dari ayat-ayat yang ada padanya. Kemukjizatan al-Qur’an terletak pada cara ia mengajak orang-orang yang membacanya untuk merenungi dan memikirkan kedalaman makna yang dibawa olehnya. Kemukjizatan al-Qur’an akan tersingkap hanya bagi orang-orang yang mau berpikir dan berhati jernih. Kitaabun anzalnaahu ilaika mubarakun, liyaddabbaruu ayaatihi waliyatadzakkaruu ulul albaab. Kitab ini Kami turunkan untuk membawa kebaikan, keberkahan, dan kemashalahatan; supaya kamu merenungkan, memikirkan dan menyingkapkan makna dan isyarat yang ditujukan olehnya, dan supaya orang-orang yang jernih hati dan akalnya mau menjadikannya sebagai bahan untuk pengingat. (QS Shaad [38]:29)


Sebagai bukti al-Qur’an sebagai mukjizat adalah bahwa al-Qur’an mudah dipelajari oleh siapapun. Orang yang berpendidikan rendah hingga ahli sain dan teknologi. Para pemulung, tukang tambal ban, hingga pengusaha dan pemilik konglomerasi. Ia berbicara dengan bahasa yang tidak ngawur, masuk akal, dan penuh kesantunan. Itulah sebabanya ia begitu mudah untuk dihapalkan. Bahkan oleh anak-anak SD sekalipun. Walaqad yassarnal qur’aana lidz-dzikri, fahal min muddakiir. Sungguh al-Qur’an itu sudah Kami mudahkan untuk kalian ingat-ingat dan hapalkan, maukah kalian mengambilnya sebagai sesuatu yang kalian ingat-ingat? (QS al-Qamar, secara berulang di empat ayat yg berbeda).


Jika ada sebuah kompetisi menghapalkan Kitab Suci (dan kitab-kitab yang dianggap suci) di kalangan anak-anak sekolah dan remaja, maka niscaya al-Qur’anlah pemenangnya. Karena semua orang Muslim tentulah ingin dan mendambakan putra-putrinya untuk menjadi para penghapal al-Qur’an. Semua Muslim akan mendorong anak-anaknya untuk menjadi penghapal al-Qur’aan secara keseluruhan ayatnya.


Alladziina aataynahumul kitaab yatluunahu haqqa tilawatih, ulaa-ika yu’minuuna bihi. Wamay yakfur, fa-ulaaika humul khaasiruun
Orang-orang yang membaca al-Kitab dengan cara membaca yang sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya. Itulah yang beriman kepadanya (al-Qur’an). Siapa saja yang mengingkari dan berpaling darinya, mereka itulah orang-orang yang kelak akan mengalami kerugian … (QS. al-Baqarah [2]:121)


Nah, jika Anda menyatakan diri beriman kepada al-Qur’an …
Sudahkan Anda beriman kepada Al-Qur’an dengan cara membacanya sebenar-benarnya bacaan dan mempelajarinya dengan penuh kesungguhan?
(Inspirasi pagi pada QAS Morning Breefing. Landmark, 13 Okt 2009)

Iklan
  1. 16 Desember 2013 pukul 9:39 am

    Reblogged this on islamsejati40 and commented:
    very good blog

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: